Rabu, 21 November 2012

Sayuran dan Buah Pencegah Kanker Payudara

Menurut penelitian, satu dari 10 wanita diperkirakan menderita kanker payudara, yang disebabkan oleh gaya hidup modern. Untuk menghindarinya, mulailah membiasakan diri menjaga kesehatan payudara dengan mengonsumsi makanan sehat.
Rajin mengonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan adalah salah satu cara untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara. Seperti yang dikutip dari health, berikut beberapa sayuran dan buah yang dapat menjaga kesehatan payudara Anda.

------>>> CEKIDOT

1. Wortel
Penelitian yang dilakukan di Universitas Harvard, Amerika Serikat menyebutkan bahwa mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak karotin setiap hari dapat mengurangi resiko kanker payudara. Salah satu sayuran yang banyak mengandung karotin, adalah wortel. Penelitiannya sendiri melibatkan 5.707 wanita dengan penyakit kanker payudara dan 6.389 perempuan sehat. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan memakan makanan yang kaya karotin dua kali setiap harinya dapat menurunkan resiko kanker sebesar 17%.

2. Brokoli
Duxin Sun, seorang profesor ilmu Farmasi dari Universitas Michigan mengatakan, "Senyawa dalam brokoli yang dikenal dengan sulforaphane telah dipelajari sebelumnya untuk efek pada kanker. Studi ini menunjukan bahwa senyawa tersebut bermanfaat untuk mencegah dan menghilangkan sel kanker payudara". Sebagai objek percobaan, peneliti menggunakan tikus berkanker payudara yang sudah diberikan sulforphane. Mereka memantau jumlah sel kanker dalam batang tumor tikus tersebut. Peneliti menemukan bahwa sel kanker berkurang dan tidak menghasilkan sel tumor baru. Menurut Max S. Wicha, Direktur Universitas Pusat Konfrehensif Kanker, penelitian ini bisa menjadi pengobatan yang potensial. Senyawa brokoli dapat dikombinasikan dengan senyawa lain untuk menghilangkan sel induk kanker payudara.

3. Pare
Pare, sayuran dengan rasa pahit ini mempunyai khasiat yang menakjubkan. Pare ternyata dapat melindungi perempuan dari bahaya kanker payudara. Dalam studi yang dipublikasikan di Cancer Research, peneliti menangani sel-sel kanker payudara dari manusia dengan ekstrak pare. Ekstrak pare diketahui dapat memperlambat pertumbuhan dan bahkan membunuh sel-sel kanker payudara tersebut. Menurut Ratna Ray, profesor di bidang patologi dari Saint Louis University, ekstrak pare dapat membunuh sel-sel kanker tanpa mengganggu sel-sel sehat dalam tubuh. Namun kandungan pare yang bermanfaat untuk kesehatan payudara tersebut, masih perlu
diteliti lebih lanjut lagi, baik pada hewan maupun manusia. Para peneliti menyarankan terutama kepada wanita, tak ada salahnya untuk mengkonsumsi pare sebagai pencegahan kanker payudara.

4. Buah Berri
Semua jenis buah berry dapat melawan berbagai kanker. Tetapi berry hitam mengandung konsentrasi fitokimia yang sangat tinggi, disebut anthocyanin. Gary D Stoner, PhD, profesor dari Ohio menjelaskan anthocyanin itu dapat memperlambat pertumbuhan sel premaligna (penyebab kanker) dan membentuk pembuluh darah baru. Kandungan vitamin, serat dan antioksidan di dalam buah berry juga membantu menghilangkan radikal bebas dan racun lainnya dari dalam tubuh. Antioksidan dan serat juga memainkan peran penting dalam melindungi tubuh dari segala bentuk kanker, terutama kanker payudara.

5. Jeruk
Hampir semua orang tahu bahwa vitamin C merupakan zat antioksidan yang paling kuat, yang secara efektif dapat menjaga kesehatan payudara. Semakin sering mengonsumsinya, semakin banyak pula zat antioksidan dalam tubuh Anda. Buah ini juga memiliki peran penting terhadap peningkatan sitem imun.

6. Leci
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa, buah leci diketahui dapat menumpas pertumbuhan sel kanker. Hal ini disebabkan karena leci mengandung sejumlah flavonoid, yang efektif melawan kanker payudara.
Selain itu kandungan vitamin C di dalamnya juga dapat melawan penyakit jantung, menjaga kesehatan tulang, kulit dan jaringan tubuh. Jika demam atau sakit tenggorokan, juga bisa diatasi dengan makan leci. Buah ini juga akan membantu tubuh untuk menyerap nutrisi penting dari makanan.

 7. Tomat
Kandungan lycopene dalam tomat dapat membantu melindungi tubuh terhadap kanker payudara, kanker serviks dan penyakit jantung. Zat tersebut juga berpotensi membuat Anda tampak lebih muda, karena beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa lycopene dapat membantu melindungi tubuh terhadap kerusakan akibat sinar UV dari matahari.

 sumber http://www.wartakotalive.com/detil/berita/101556/Sayuran-dan-Buah-Pencegah-Kanker-Payudara

Selasa, 13 November 2012

10 Kekeliruan Tentang Kanker Payudara

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling ditakuti perempuan. Namun sayangnya masih banyak hal yang keliru tentang penyakit ini. Ketahui mitos apa saja yang beredar seputar kanker payudara.
 Saat ini, kanker payudara termasuk jenis kanker yang paling banyak diderita oleh perempuan di seluruh dunia. Tingkat kematiannya sedikit lebih rendah dibanding kanker rahim, namun bukan berarti boleh diabaikan karena risikonya tetap tinggi terutama jika sel kanker sudah menyebar ke organ lain. 
 Berikut ini mitos yang masih berkembang mengenai kanker payudara, seperti dikutip dari MSNHealth, Rabu (8/2/2012) yaitu: 
1. Mitos: Hanya perempuan dengan riwayat keluarga kanker yang berisiko
Fakta: Sekitar 70 persen perempuan dengan kanker payudara tidak memiliki faktor risiko untuk penyakit ini. Memiliki saudara atau keluarga dengan riwayat kanker memang bisa meningkatkan risiko, tapi lingkungan juga mempengaruhi. 

2. Mitos: Menggunakan bra kawat bisa meningkatkan risiko kena kanker payudara
Fakta: Bra dengan kawat bisa menekan sistem limfatik payudara yang menyebabkan racun menumpuk. Tapi sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah untuk hal ini, sehingga belum diketahui kebenarannya.  

3. Mitos: Kebanyakan benjolan di payudara adalah kanker
Fakta: Sekitar 80 persen benjolan di payudara disebabkan oleh perubahan jinak, kista atau kondisi lain. Namun sebaiknya setiap perubahan yang terjadi meski kecil dilaporkan ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah benjolan ini kanker atau bukan.

4. Mitos: Operasi bisa bikin kanker menyebar
Fakta: Operasi atau pembedahan tidak menyebabkan kanker atau membuat kanker payudara menyebar. Ada kemungkinan dokter menemukan jumlah kanker yang lebih besar dari perkiraan ketika melakukan operasi. 

5. Mitos: Perempuan dengan payudara padat berisiko lebih tinggi
Fakta: Seseorang yang memiliki payudara padat mungkin akan lebih sulit dibedakan antara jaringan normal dengan jaringan kanker, sehingga ada kemungkinan mengalami kesalahan hasil.  

6. Mitos: Payudara kecil berisiko rendah kena kanker
Fakta: Tidak ada hubungan ukuran payudara dengan risiko kena kanker payudara. Namun ukuran yang besar mungkin membuat pemeriksaan lebih sulit dilakukan. Tapi semua perempuan harus berkomitmen untuk melakukan pemeriksaan rutin.

7. Mitos: Orang yang melakukan mastektomi tidak bisa kena kanker
Fakta: Tidak ada yang bisa menjamin seseorang bebas kanker, beberapa perempuan ada yang terkena kanker di tempat bekas luka setelah mastektomi. Meski mastektomi bisa menjadi salah satu tindakan pencegahan, seseorang tetap perlu menjaga gaya hidupnya.

8. Mitos: Jika berisiko kena kanker, maka hanya sedikit langkah yang bisa dilakukan untuk mencegahnya
Fakta: Hal ini salah, ada banyak perempuan yang bisa menurunkan risiko, seperti dengan menurunkan berat badan, olahraga teratur, melakukan pemeriksaan payudara sendiri, berhenti merokok dan kenali perubahan yang muncul.

9. Mitos: Perawatan kesuburan bisa tingkatkan risiko kanker
Fakta: Beberapa studi menemukan calon ibu yang melakukan perawatan kesuburan cenderung tidak memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, karenanya peneliti tidak menemukan bukti ilmiah mengenai kabar tersebut. 


 10. Mitos: Jika hasil mamografi negatif, maka bebas dari kanker
Fakta: Meski mamografi penting untuk skrining dan diagnosis kanker, tapi sekitar 10-20 persen menujukkan hasil yang salah. Untuk itu melakukan pemeriksaan payudara sendiri tetap menjadi hal yang penting dilakukan oleh semua perempuan.(detikHealth)
sumber 

Tips-Tips Memperindah dan Merawat Payudara

Tidak ada satu pun yang dapat mengubah ukuran payudara secara alami, kecuali jika Anda mengalami kenaikan berat tubuh maupun perubahan hormonal seperti pada masa kehamilan atau masa puber. Karena itu, jangan cepat tergiur dengan berbagai tawaran terutama dengan pil maupun kapsul yang dikatakan dapat memperbesar ukuran payudara.
Bila Anda mengkonsumsi obat tersebut biasanya mengandung bahan dengan efek yang menyerupai estrogen tanpa pengawasan langsung oleh dokter akan menimbulkan masalah dan jika kelebihan estrogen dapat menyebabkan kanker payudara.
Payudara selain terdiri dari kelenjar susu dan lemak juga mengandung kolagen. Semakin Anda menua kolagen ini akan menipis, dan kulit penyangganya pun mengendur. Memang tidak ada yang dapat mencegah hal tersebut terjadi tetapi Anda bisa mengenakan bra yang tepat sebaiknya dimulai dari usia muda. Perhatikan pula postur tubuh yang baik, karena tubuh yang tegak mampu memperbaiki tampilan payudara. Jika Anda kerap melakukan kegiatan yang banyak hentakan seperti aerobik, jogging, tennis dan lain sebagainya maka kenakanlah bra yang sesuai yaitu bra sport yang mampu untuk menyangga sekaligus meredam hentakan tersebut.
 Suhu pada lekukan payudara biasanya lebih tinggi atau lebih hangar dibanding daerah lainnya. Jika ingin parfurn Anda tercium lebih intens semprotkanlah pada daerah tersebut. Pangs yang ada akan membuat molekul parfum menguap lebih cepat. Jaga berat badan Anda agar tetap stabil karena bila selalu berubah drastis akan menyebabkan melemahnya jaringan otot penyangga payudara, dan juga hilangnya elastisitas pada kulit. Hasilnya payudara akan mengendur dan kulitnya nampak keriput.
Memang payudara tidak bisa dibesarkan tanpa adanya tambahan tetapi Anda bisa memantapkan penampilannya dengan olahraga. Lakukan olahraga
yang fokusnya ada pada bagian otot dada seperti angkat beban dan renang. Postur tubuh yang balk juga sangat membantu misaInya dengan berdiri dan duduk dengan punggung yang tegak. Saat Anda ingin melakukan perawatan seperti menggunakan pelembap sebaiknya kerjakan dengan sangat hati-hati, karena payudara sangat peka dan hindari pemakaian pelembab di daerah puting.

_________________________________________________________________________________

Tips Memperindah Payudara

Setelah kecantikan wajah, payudara menempati urutan kedua yang menjadi perhatian bagi kaum wanita. Menjaga kecantikan payudara memang gampang-gampang susah. Ada tips-tips tersendiri untuk merawat agar payudara tetap indah dan kencang.
- Hindari Pemakaian Sabun
Jika tidak terlalu kotor, hindari pemakaian sabun di area tersebut, karena beberapa jenis sabun dapat mengeringkan kulit disekitar payudara. Gunakan pelembab ringan atau minyak sweet almond, dua hari sekali jika putting susu dan areola kering dan pecah-pecah. Tambahkan beberapa tetes minyak essensial seperti lavender dan neroli untuk melembutkan sekaligus mengharumkan.
- Hindari Menggosok dengan Handuk Kasar
Hindari kegiatan menggosok payudara dengan handuk secara kasar, karena akan mengakibatkan putting susu terasa sakit dan perih.
- Beri Masker
Mengencangkan payudara teorinya hampir sama dengan mengencangkan wajah. Salah satu cara dengan memberi masker
khusus untuk payudara. Masker payudara dapat dibeli di pasar swalayan atau gerai-gerai kosmetik dengan berbagai merk. Siapkan pula minyak bulus untuk memijat payudara (yang khasiatnya juga untuk mengencangkan). Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, gunakan masker payudara seminggu sekali, selama 10 minggu.
Cara memakai :
1. Berbaringlah dengan posisi telentang.
2. Bersihkan payudara menggunakan handuk yang sudah direndam air hangat. Usap lembut kulit pembungkus payudara, keringkan.
3. Oleskan minyak bulus, pijat-pijatlah payudara dengan lembut sekitar 10 hingga 15 menit. Bersihkan kembali dengan handuk basah, keringkan.
4. Tutup putting susu dengan kapas basah.
5. Oleskan masker yang sudah dicampur dengan air mawar tadi secara merata pada payudara dengan bantuan kuas. Biarkan selama 10-15 menit atau sampai mengering.
6. Bilas dengan air hangat hingga bersih, lalu kompreslah dengan es dan tepuk payudara dengan kapas yang telah dibasahi penyegar

_________________________________________________________________________________

Tips Sehat Merawat Payudara

Jika Anda ingin menjaga payudara Anda tetap terawat dengan balk, maka Anda ikuti trik berikut ini.

1. Yang pertama adalah menggunakan pelembab ringan atau minyak sweet almond dan lakukan dua hari sekali jika memang puting susu dan areola kering dan pecan-pecan. Untuk melembutkan kulit payudara, sebaiknya tambahkan beberapa tetes minyak esensial seperti lavender clan neroli. Sebaiknya Anda hindari kegiatan menggosok payudara dengan handuk secara kasar karena hanya akan mengakibatkan puting susu terasa sakit dan perih.
2. Langkah kedua adalah melakukan masker. Melakukan masker tidak hanya pada kulit wajah saja tetapi juga payudara Anda. Dengan melakukan masker khusus payudara maka kulit payudara Anda akan semakin kencang. Biasanya masker ini terbuat dari bahan dasar tepung bergs (Amylum oryzae).
Caranya adalah mengoleskan masker yang sudah dicampur air mawar tadi dengan merata pada payudara dengan bantuan kuas. Biarkan selama 1015 menit atau hingga mengering. Setelah itu Was dengan air hangat sampai bersih dan kompres dengan es. Lalu bersihkan payudara Anda dengan kapas yang telah dibasahi penyegar. Dengan melakukan maskeran maka Anda akan mendapatkan manfaat seperti payudara yang kencang, lebih halus, terlihat lebih indah bentuknya hingga memperlambat keriput. Untuk hasil maksimal sebaiknya gunakan masker payudara selama kurang lebih 10 minggu.
3.
Lakukan pemijatan. Dengan melakukan pijat payudara agar bentuknya tetap kencang. Langkah awal yang harus Anda lakukan adalah membersihkan payudara dengan handuk basah yang sebelumnya direndam air hangat. Lalu usapkan secara lembut kulit sekitar payudara.
4.
Setelah itu keringkan dan pijatlah payudara dengan lembut sekitar 1015 menit. Lalu bersihkan kembali dengan handuk basah dan keringkan. Tutup puting susu Anda dengan kapas basah.

sumber 

 

Senin, 12 November 2012

Perbedaan, Gejala dan Penyebab dari Kanker Payudara

Perbedaan antara kanker payudara invasif dan non-invasif?
 
Kanker payudara invasif - sel-sel kanker melepaskan diri dari dalam lobulus atau saluran dan menyerang jaringan di dekatnya. Dengan jenis kanker, sel-sel abnormal dapat mencapai kelenjar getah bening, dan akhirnya membuat jalan mereka ke organ lain (metastasis), seperti hati, tulang atau paru-paru. The abnormal (kanker) sel dapat melakukan perjalanan melalui aliran darah atau sistem limfatik ke bagian lain dari tubuh, baik pada awal penyakit, atau yang lebih baru.

Non-invasif kanker payudara - ini adalah ketika kanker masih dalam tempat asalnya dan tidak pecah. Lobular carcinoma in situ adalah ketika kanker masih dalam lobulus, sedangkan karsinoma duktal in situ adalah ketika mereka masih di dalam saluran susu. "Di situ" berarti "di tempat asalnya". Kadang-kadang, ini jenis kanker payudara yang disebut "pra-kanker", ini berarti bahwa meskipun sel-sel abnormal belum menyebar di luar tempat asal mereka, mereka akhirnya dapat berkembang menjadi kanker payudara invasif.

Apa saja tanda dan gejala kanker payudara?

Gejala hanya dirasakan oleh pasien, dan menjelaskan kepada dokter atau perawat, seperti sakit kepala atau nyeri. Tanda adalah sesuatu pasien dan lain-lain dapat mendeteksi, misalnya, ruam atau pembengkakan.

Gejala awal kanker payudara biasanya suatu area dari jaringan menebal di payudara wanita, atau benjolan. Mayoritas benjolan tidak kanker, namun, perempuan harus mendapatkan mereka diperiksa oleh perawatan kesehatan profesional.
Menurut National Health Service, Inggris, wanita yang mendeteksi salah satu dari tanda-tanda atau gejala berikut harus memberitahu dokter mereka:
  • Sebuah benjolan di payudara
  • Rasa sakit di ketiak atau payudara yang tampaknya tidak terkait dengan periode menstruasi wanita
  • Pitting atau kemerahan pada kulit payudara, seperti kulit jeruk
  • Sebuah ruam di sekitar (atau) salah satu puting
  • Pembengkakan (benjolan) di salah satu ketiak
  • Suatu area dari jaringan menebal di payudara
  • Salah satu puting memiliki debit, kadang-kadang mungkin mengandung darah
  • Perubahan puting dalam penampilan, mungkin menjadi cekung atau terbalik
  • Ukuran atau bentuk perubahan payudara
  • The puting-kulit atau payudara-kulit mungkin sudah mulai mengelupas, skala atau serpihan
Beberapa tanda-tanda awal kemungkinan kanker payudara
 

Apa saja penyebab dari kanker payudara?

Para ahli tidak yakin apa yang menyebabkan kanker payudara. Sulit untuk mengatakan mengapa ada orang yang mengidap penyakit sementara yang lain tidak. Kita tahu bahwa beberapa faktor risiko dapat berdampak pada kemungkinan seorang wanita terkena kanker payudara.

  • Semakin tua - yang lebih tua seorang wanita, semakin tinggi resiko nya terkena kanker payudara, umur merupakan faktor risiko. Lebih dari 80% dari semua kanker payudara wanita terjadi di antara wanita berusia 50 tahun + (setelah menopause ).

  • Genetika - wanita yang memiliki kerabat dekat yang telah / memiliki payudara atau kanker ovarium lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara. Jika dua anggota keluarga dekat mengidap penyakit ini, itu tidak selalu berarti mereka berbagi gen yang membuat mereka lebih rentan, karena kanker payudara adalah kanker yang relatif umum.

    Sebagian besar kanker payudara tidak turun-temurun.

    Wanita yang membawa gen BRCA1 dan BRCA2 memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dan / atau kanker ovarium. Gen ini bisa diwariskan. TP53, gen lain, juga dikaitkan dengan risiko lebih besar kanker payudara.

  • Sebuah riwayat kanker payudara - wanita yang telah menderita kanker payudara, bahkan non-invasif kanker, lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit lagi, dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki riwayat penyakit.

  • Setelah memiliki beberapa jenis benjolan payudara - wanita yang telah memiliki beberapa jenis jinak (non-kanker) benjolan payudara lebih mungkin untuk mengembangkan kanker di kemudian hari. Contoh termasuk hiperplasia duktal atipikal atau karsinoma lobular in situ.

  • Jaringan payudara yang padat - wanita dengan jaringan payudara lebih padat memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kanker payudara.

  • Estrogen paparan - wanita yang mulai mengalami periode sebelumnya atau memasuki masa menopause lambat dari biasanya memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Hal ini karena tubuh mereka telah terkena estrogen lebih lama. Paparan estrogen dimulai ketika periode mulai, dan menurun secara dramatis selama menopause.

  • Obesitas - pasca-menopause obesitas dan kelebihan berat badan wanita mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Para ahli mengatakan bahwa ada tingkat yang lebih tinggi dari estrogen pada wanita menopause obesitas, yang mungkin menjadi penyebab risiko yang lebih tinggi.

  • Tinggi - lebih tinggi daripada rata-rata wanita memiliki kemungkinan sedikit lebih besar terkena kanker payudara daripada lebih pendek daripada rata-rata wanita. Para ahli tidak yakin mengapa.

  • Konsumsi alkohol - alkohol lebih wanita teratur minuman, semakin tinggi resiko nya terkena kanker payudara.

  • Paparan radiasi - menjalani X-ray dan CT scan dapat meningkatkan risiko seorang wanita terkena kanker payudara sedikit. Para ilmuwan di Pusat Kanker Sloan-Kettering Memorial menemukan bahwa wanita yang telah diobati dengan radiasi untuk dada untuk kanker anak memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. ( link ke artikel )

  • HRT (hormone replacement therapy) - baik bentuk, gabungan dan estrogen-satunya HRT terapi dapat meningkatkan risiko seorang wanita terkena kanker payudara sedikit. HRT Gabungan menyebabkan risiko yang lebih tinggi.

  • Malam kerja - peneliti Perancis menemukan bahwa wanita yang bekerja pada malam hari sebelum kehamilan pertama memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara pada akhirnya. ( link ke artikel
 
 

Apa Kanker Payudara? Apa Penyebab Kanker Payudara?

----->>>> CEKIDOT  
Kanker payudara adalah jenis kanker yang berkembang dari sel-sel payudara. Kanker payudara biasanya dimulai di lapisan dalam saluran susu atau lobulus yang memasok mereka dengan susu. Sebuah tumor ganas dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh. Sebuah kanker payudara yang dimulai dalam lobulus dikenal sebagai karsinoma lobular, sementara satu yang dikembangkan dari saluran disebut karsinoma duktal.

Sebagian besar payudara kanker kasus terjadi pada wanita. Artikel ini berfokus pada kanker payudara pada wanita. Untuk membaca tentang kanker payudara pada pria ( kanker payudara laki-laki ) klik di sini .

Kanker payudara adalah kanker invasif yang paling umum pada wanita di seluruh dunia. Ini menyumbang 16% dari semua kanker wanita dan 22,9% dari kanker invasif pada wanita. 18,2% dari semua kematian akibat kanker di seluruh dunia, termasuk laki-laki dan perempuan, berasal dari kanker payudara.

Angka kanker payudara jauh lebih tinggi di negara maju dibandingkan dengan yang berkembang. Ada beberapa alasan untuk ini, dengan kemungkinan harapan hidup menjadi salah satu faktor kunci - kanker payudara lebih sering terjadi pada wanita lansia, perempuan di negara-negara terkaya hidup lebih lama daripada mereka yang berada di negara-negara termiskin. Gaya hidup yang berbeda dan kebiasaan makan perempuan di negara-negara kaya dan miskin juga faktor penyebab, para ahli percaya.

  
Anatomi payudara wanita

1. Dinding dada.
2. Pectoralis otot  
3. Lobulus (kelenjar yang memproduksi susu).  
4. Permukaan puting.  
5. Areola.  
6. Laktiferus duktus tabung yang membawa susu ke puting.  
7. Jaringan lemak.  
8. Kulit.

Seorang wanita payudara manusia dewasa terdiri dari lemak, jaringan ikat dan ribuan lobulus - kelenjar kecil yang menghasilkan susu. Susu dari ibu yang menyusui berjalan melalui saluran kecil (tabung) dan disampaikan melalui puting.

Payudara, seperti bagian lain dari tubuh, terdiri dari miliaran sel mikroskopis. Sel-sel ini berkembang biak secara teratur - sel baru yang dibuat untuk menggantikan yang mati. Pada kanker, sel-sel berkembang biak tak terkendali, dan ada terlalu banyak sel, semakin lebih dan lebih dari harus ada.

Kanker yang dimulai di saluran laktiferus (saluran susu), yang dikenal sebagai karsinoma duktal, adalah jenis yang paling umum. Kanker yang dimulai dalam lobulus, yang dikenal sebagai karsinoma lobular, jauh kurang umum.

   

 Ditulis oleh Christian Nordqvist


  

Sekilas Mengenai Penyakit Kanker Payudara

Kenali sejak pemula gejala kanker payudara , sebelum terlambat .

----->>>> CEKIDOT

Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. Di Indonesia, kanker payudara masih menjadi penyakit mematikan nomor satu pada perempuan.

Gejala penyakit kanker payudara

Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur.

Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit.

Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya.

Pada kanker stadium lanjut, bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara. Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk. 

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan

- Benjolan atau massa di ketiak
- Perubahan ukuran atau bentuk payudara
- Keluar cairan yang abnormal dari puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah)
- Perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu)
- Payudara tampak kemerahan
- Kulit di sekitar puting susu bersisik
- Puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal
- Nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara .

 


15 cara alami untuk mencegah kanker payudara

KANKER . sebagian orang sangat takut saat mendengar kata KANKER , tapi percaya lah sobat ku semua , setiap datangnya penyakit pasti ada obat untuk menuju " kesembuhan " .
disesi ini saya hanya tidak membahas cara menyembuh kan , namun Bagaimana Cara Sobatku semua untuk mengurangi Resiko Terkena Kanker Payudara .
Tidak panjang lebar lagi :)
Mari sobatku kita pelajari bersama , betapa indahnya menjaga kesehatan lahir bathin ;)

------>>>> CEKIDOT .

Para ahli menganggap bahwa kanker payudara adalah penyakit yang sebenarnya tidak dapat dicegah. Sekarang, para peneliti sudah banyak mengetahui cara untuk mencegahnya, paling tidak mengurangi resiko terkena kanker payudara.

Sebetulnya ada 17 cara untuk mengurangi resiko kanker payudara, 2 diantaranya merupakan pencegahan dari segi medis dan sisanya merupakan terapi alternatif. .
Adapun pencegahan dari segi medis adalah :
1. Obat pencegah kanker payudara.
Perempuan dengan resiko tinggi, yaitu yang survive/selamat dari kanker payudara atau yang setidaknya memiliki hubungan darah dengan penderita kanker (ibu atau saudara perempuannya), bisa mendapatkan terapi Tamoksifen, yang bekerja dengan cara memblokade efek pemicu tumor dari estrogen.
2. Mastektomi sebelum serangan kanker.
Untuk perempuan dari keluarga dengan resiko genetik yang sangat tinggi, ada suatu mastektomi untuk pencegahan kanker payudara. Memang merupakan suatu pendekatan yang radikal, tetapi kebanyakan berhasil. Mastektomi ini mengangkat jaringan payudara, tapi tidak seluruhnya, sehingga kemungkinan terjadinya kanker masih ada.

Sedangkan pencegahan secara alami meliputi :
1. Berolah raga secara teratur.
Penelitian menunjukkan bahwa sejalan dengan menigkatnya aktivitas, maka resiko kanker payudara akan berkurang. Berolah raga akan menurukan kadar estrogen yang diproduksi tubuh sehingga mengurangi resiko kanker payudara.
2. Kurangi Makanan berlemak.
Anda tentu sudah sering mendengar pertentangan pendapat mengenai hubungan antara kanker payudara dengan makanan berlemak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet rendah lemak membantu mencegah kanker payudara. Penelitian yang lain menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara lemak dan kanker payudara.. Penelitian terakhir menyatakan bahwa yang lebih penting adalah jenis lemaknya bukan jumlah lemak yang dikonsumsi.
Jenis lemak yang memicu kanker payudara adalah lemak jenuh dalam daging, mentega, makanan yang mengandung susu full-cream (whole-milk dairy foods) dan asam lemak dalam margarin.
Sedangkan jenis lemak yang membantu mencegah kanker payudara adalah lemak tak-jenuh dalam minyak Zaitun dan asam lemak omega-3 dalam ikan salmon dan ikan air dingin lainnya.
Lemak jenuh dalam daging dan produk susu dan asam lemak dalam margarin meningkatkan kadar estrogen dalam darah, sedangkan lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak omega-3 dalam ikan tidak menyebabkan kenaikan kadar estrogen dalam darah.
3.Bila anda mengkonsumsi daging, jangan dimasak terlalu matang.
Terlepas dari lemak jenuh yang terdapat dalam daging, cara anda memasak daging akan mempengaruhi resiko kanker payudara. Daging-daging yang dimasak/dipanggang menghasilkan senyawa karsinogenik (amino heterosiklik). Semakin lama dimasak, semakin banyak senyawa ini terbentuk. Amino heterosiklik paling banyak terdapat dalam daging bakar yang lapisan luarnya (kulitnya) gosong dan hitam.
4.Perbanyaklah Makan buah dan sayuran.
Semakin banyak buah dan sayuran yang dimakan, semakin berkurang resiko untuk semua kanker, termasuk kanker payudara.
Makanan dari tumbuh-tumbuhan mengandung anti-oksidan yang tinggi, diantaranya vitamin A, C, E dan mineral selenium, yang dapat mencegah kerusakan sel yang bisa menjadi penyebab terjadinya kanker. National Cancer Institute (NCI) merekomendasikan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran paling tidak 5 (lima) kali dalam sehari. Tapi harus dihindari buah dan sayuran yang mengandung banyak lemak, seperti kentang goreng atau pai dengan krim pisang.5. Mengkonsumsi suplemen anti-oksidan.
Suplemen tidak dapat menggantikan buah dan sayuran, tetapi suatu formula anti-oksidan bisa merupakan tambahan makanan yang dapat mencegah kanker payudara.
6. Makan lebih banyak serat.
Selain berfungsi sebagai anti-oksidan, buah dan sayuran juga mengandung banyak serat. Makanan berserat akan mengikat estrogen dalam saluran pencernaan, sehingga kadarnya dalam darah akan berkurang.
7. Makan lebih banyak tahu dan makanan yang mengandung kedelai.
Makanan-makanan yang berasal dari kedelai banyak mengandung estrogen tumbuhan (fito-estrogen). Seperti halnya tamoksifen, senyawa ini mirip dengan estrogen tubuh, tapi lebih lemah. Fito-estrogen terikat pada reseptor sel yang sama dengan estrogen tubuh, mengikatnya keluar dari sel payudara sehingga mengurangi efek pemicu kanker payudara.
Selain menghalangi estrogen tubuh untuk mencapai sel reseptor, makanan berkedelai juga mempercepat pengeluaran estrogen dari tubuh.
8. Makan lebih banyak kacang-kacangan.
Selain dalam kedelai, fito-estrogen juga terdapat dalam jenis kacang-kacangan lainnya.
9. Hindari alkohol.

 
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa semakin banyak mengkonsumsi alkohol, maka resiko kanker payudara semakin bertambah karena Alkohol meningkatkan kadar estrogen dalam darah.
10. Perhatikan berat badan anda.
Kenaikan berat badan setiap pon setelah usia 18 tahun akan menambah resiko kanker payudara. Ini disebabkan karena sejalan dengan bertambahnya lemak tubuh, maka kadar estrogen sebagai hormon pemicu kanker payudara dalam darahpun akan meningkat.
11. Hindari xeno-estrogens.
Xeno-estrogen maksudnya estrogen yang berasal dari luar tubuh.
Perempuan mengkonsumsi estrogen dari luar tubuh terutama yang berasal dari residu hormon estrogenik yang terdapat dalam daging dan residu pesitisida estrogenik. Diduga xeno-estrogen bisa meningkatkan kadar estrogen darah sehingga menambah resiko kanker payudara.
Cara terbaik untuk menghindari xeno-estrogen adalah dengan mengurangi konsumsi daging, unggas (ayam-itik) dan produk susu (whole-milk dairy product).
Tetapi anda tidak perlu khawatir dengan banyak makan buah dan sayuran, karena efek anti-oksidan dan kandungan seratnya lebih banyak daripada efek residu pestisidanya.
12. Berjemur dibawah sinar matahari.
Meningkatnya angka kejadian kanker kulit (Melanoma maligna) menjadikan kita takut akan sinar matahari. Tetapi sedikit sinar matahari dapat membantu mencegah kanker payudara, karena pada saat matahari mengenai kulit, tubuh membuat vitamin D. Vitamin D akan membantu jaringan payudara menyerap kalsium sehingga mengurangi resiko kanker payudara. Agar bisa memperoleh sinar matahari selama 20 menit/hari, dianjurkan untuk berjalan dibawah sinar matahari pada siang hari atau sore hari. Tetapi bila anda ingin mendapatkan kalsium atau vitamin D tidak dari sinar matahari, anda dapat mencoba mengkonsumsi makanan suplemen.
13. Jangan merokok.
Merokok akan meningkatkan resiko kanker payudara.
14. Menyusui/memberikan ASI kepada anak anda
 Untuk alasan yang masih belum jelas, menyusui berhubungan dengan berkurangnya resiko kanker payudara sebelum masa menopause.
15. Pertimbangkan kembali sebelum menggunakan terapi pengganti hormon (Hormone Replacement Therapy = HRT).
Ada beberapa alasan bagus untuk melakukan HRT sesudah masa menopause, yaitu mengurangi resiko penyakit jantung, osteoporosis dan penyakit Alzheimer�s. Tetapi HRT akan menambah resiko kanker payudara. Bicarakan dengan dokter anda dan pertimbangkan resiko-resiko yang mungkin timbul, karena kebanyakan perempuan lebih tinggi resikonya untuk menderita penyakit jantung, daripada kanker payudara.

Terakhir, satu lagi hal yang dapat mempengaruhi resiko terkena kanker payudara adalah stress.

Literatur medis menyebutkan bahwa stress dapat menigkatkan resiko kanker payudara. Tetapi penelitian tentang hal ini masih bersifat kontroversial. Namun tidak ada salahnya untuk memulai cara mengatasi stress dalam hidup anda melalui meditasai, yoga, tai chi, berkebun atau kegiatan santai lainnya.

sumber : Apotik online dan media informasi obat - penyakit :: m e d i c a s t o r e . c o m 




 


 
 

Minggu, 11 November 2012

5 Penyakit Yang Bisa Menyerang di Usia 20 Tahun

Mari kita  pelajari bersama penyakit yang mudah menyerang remaja di usia 20 tahun .

----->>>> CEKIDOT


Usia 20 tahun memang usia yang masih sangat muda namun jangan salah usia muda penyakit juga bisa nyerang lho makanya walaupun masih merasa muda kamu jangan abaikan yang namya menjaga kesehatan, olahraga rutin dan menjaga pola makan yang sehat bisa menghiundarkan kamu dari berbagai penyakit yang berbahaya. Nah bagi kamu yang saat ini mau dan sudah berusia 20 tahun kemungkinan penyakit penyakit berikut akan menyerang kamu ingin tahu penyakit apa aja itu simak 5 Penyakit Yang Sering Menyerang Diusia 20 Tahun beikut ini.


1. Human Papillomavirus


Human Papillomavirus (HPV) adalah penyakit menular seksual yang seringkali tidak terdeteksi. Selain itu, HPV juga merupakan penyebab utama dari kanker serviks pada wanita. Anda bisa berisiko terkena HPV, jika melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan lebih dari satu pasangan. Untuk itu, berkonsultasilah kepada dokter tentang prosedur vaksin HPV dan bagaimana cara mengurangi risiko terkena kanker serviks.

 2. Kanker prostat

Kanker prostat merupakan risiko kesehatan yang serius pada pria berusia 20-an. Bahkan, kondisi tersebut paling sering terjadi pada pria berusia antara 20-39 tahun. Deteksi dini adalah cara terbaik untuk mencegah kanker.

3. Kolesterol tinggi





Tidaklah mengherankan bila orang berusia 20-an berisiko menderita kolesterol tinggi. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, terutama kebiasaan makan yang tidak terkontrol. Konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak jenuh bisa meningkatkan risiko terkena kolesterol tinggi. Olahraga rutin dan diet sehat dapat mengurangi risiko tersebut. Apalagi jika itu dilakukan secara rutin dan terus-menerus.

4. Kanker payudara






Semua wanita berisiko terkena kanker payudara, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara. Maka, sebaiknya lakukan pemeriksaan dini untuk mengetahui tanda-tanda kanker.

 5. Kecanduan tembakau



Sebagian besar orang mulai merokok pada akhir usia belasan atau awal 20-an. Bukan rahasia umum, jika setengah dari perokok akan mengalami kematian dini. Maka, berhentilah merokok dan mulai terapkan gaya hidup sehat.
Nah itulah penyakit penyakit yang bisa menyerang dan mengancam kamu diusia 20 tahun.

9 Cara Unik Deteksi Penyakit Kronis

Banyak yang kita ketahui , penyakit Kronis hanya bisa terdeteksi dengan alat Medis , contohnya : Ronsen , USG , DLL .
 Ketahui lah sobat ku semua nya , Penyakit Kronis bisa terdeteksi dengan cara Tradisional , tanpa harus mengeluarkan biaya .
Dan cara ini bisa dibuktikan kebenaran nya , dan saya pun bisa membuktikannya .

Tanpa panjang lebar , Mari sobat kita pelajari ..

------>>> CEKIDOT .

  Banyak cara unik yang lebih ke arah tradisional untuk mendeteksi apakah seseorang menderita penyakit kronis atau tidak.
Setelah warna urine bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit kronis, kini giliran kuku ‘unjuk kebolehan’. Hanya cukup dengan melihat warna dan bentuk kuku seseorang, Anda dapat mendeteksi penyakit kronis yang diderita.
1. Pucat
Seiring pertambahan usia, warna kuku cenderung berubah pucat. Warna kuku orang yang berusia lebih muda, biasanya terlihat lebih terang dibandingkan dengan milik orang usia senja. [mor]
Bila usia Anda masih tergolong muda, tapi warna kuku terlihat pucat dalam beberapa waktu, ini bisa mengindikasikan masalah kesehatan. Mungkin Anda mengalami anemia, gejala penyakit jantung atau hati. Lakukan tes kesehatan.
2. Berwarna kuning
Menggunakan cat kuku merah ternyata bisa membuat warna alami kuku memudar dan berubah menjadi kekuningan. Jangan anggap sepele, bisa jadi ini pertanda bahwa Anda mengalami infeksi jamur. Tapi, jangan panik! Masalah jamur di kuku umumnya dapat diobati dengan mudah.
3. Warna kebiruan
Ini bisa menjadi pertanda adanya masalah asupan oksigen di dalam tubuh. Warna ini seringkali muncul akibat terpaan cuaca yang terlalu dingin. Tapi, jika warna kebiruan terus melekat di kuku, Anda perlu waspada. Dalam kasus serius, warna ini menandakan adanya gangguan paru-paru, atau diabetes. Lakukan tes kesehatan.
4. Lubang-lubang kecil
Kasus ini biasanya muncul akibat luka ringan kuku. Tetapi, jika lubang tersebut menjadi terlalu banyak, mungkin Anda menderita psoriasis atau arthritis. Lakukan cek kesehatan.
5. Retak dan rapuh
Kulit kuku pecah atau mudah retak menjadi indikasi kuat yang berhubungan dengan penyakit tiroid. Tes untuk penyakit tersebut dilakukan dengan cepat dan tanpa rasa sakit, jadi jangan khawatir, Anda hanya perlu melakukan check-up kesehatan.
6. Kutikula merah
Jika kutikula berwarna merah dan bengkak, itu bisa berarti adanya beberapa gangguan dari jaringan ikat. Tapi jangan khawatir, karena gangguan kutikula mungkin terjadi akibat proses penghapusan cat kuku yang terlampau kasar sehingga memicu iritasi. Coba ganti remover cat kuku yang lebih cocok untuk Anda..
7. Kuku berwarna putih (white nail)
Kuku yang berwarna putih dengan bagian pinggir yang lebih gelap, bisa mengindikasikan masalah liver, seperi hepatitis. Jika Anda mengalami hal ini, perlu juga dicuigai adanya gangguan liver lainnya.
8. Peradangan di lipatan kuku (puffy nail fold)
Warna kemerahan dan bengkak di sekitar kuku merupakan pertanda adanya peradangan pada lipatan kuku. Hal ini bisa disebabkan oleh lupus atau gangguan jaringan penghubung lainnya.
Garis berwarna gelap di bawah kuku(dark lines) kanker kulit yang paling berbahaya. Karena itu, jika mengalami hal ini, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter.
9. Gigit kuku
Menggigit kuku mungkin saja dianggap sebagai kebiasaan lama. Tapi, pada beberapa kasus, hal ini merupakan pertanda kecemasan yang bisa ditangani dengan pengobatan.
Menggigit kuku dikaitkan dengan obsessive-compulsive disorder. Jika Anda tidak bisa menghentikan kebiasaan ini, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter.
Nah, karena warna dan bentuk kuku ternyata bisa menjadi sinyal gangguan kesehatan di dalam tubuh, hendaknya jangan selalu dianggap remeh. Jika warna kuku tiba-tiba berubah tidak seperti biasanya atau berwarna aneh, itu mengindikasikan gangguan kesehatan yang berbeda.

Sehatnya Punya Payudara Kecil

Kebanyakkan para lelaki memandangan , payudara besar jauh lebih sehat dibanding payudara kecil ..
namun FAKTA nya SALAH .
Mari sobat kita pelajari bersama :)
------>>>>> CEKIDOT .





Wanita mana yang tak ingin memiliki bentuk dan ukuran payudara yang indah? Tak ada. Hingga kini, masih banyak wanita yang suka iri dengan bentuk payudara wanita lain yang terlihat lebih montok dan berisi.

Namun, bagi Anda yang memiliki ukuran payudara kecil, jangan bersedih hati. Ternyata ukuran payudara mempengaruhi kesehatan Anda.

Menurut penelitian, wanita yang memiliki payudara kecil memiliki risiko kecil terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan wanita yang berpayudara besar.

Para peneliti dari Harvard University di Amerika Serikat dan University of Toronto di Kanada melakukan survei terhadap 92. 106 wanita dan menemukan mereka yang memakai cup bra size D atau lebih besar pada usia 20 tahun, memiliki risiko hingga tiga kali lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingnya dengan wanita yang memakai cup bra size A.

Professor Joel Ray percaya bahwa hubungan ini berkaitan dengan bagaimana pertumbuhan payudara selama masa puber (masa remaja).

"Puberitas adalah masa yang ditandai dengan naiknya resistan insulin, sebuah kondisi dimana tubuh tidak tidak bisa menyerap glukosa sebagaimana mestinya yang menyebabkan tingginya kadar gula darah, sehingga memicu diabetes tipe 2,"

Kenali Gejala Kanker Payudara dan Cara Menjauhinya

Mari sobat semua ,
kenali sejak dini perkembangan penyakit dalam tubuh kita
---->>>>> CEKIDOT .

Normalnya, sel-sel tubuh secara alami direproduksi hanya ketika dibutuhkan. Namun terkadang sel-sel tersebut terus bertambah banyak tanpa bisa dikontrol sehingga terbentuk jaringan padat yang disebut juga dengan tumor. Jika sel-sel yang bertambah banyak adalah sel normal, itu tidak berbahaya. tapi jika yang bertambah banyak adalah sel yang abnormal, itulah yang memicu munculnya kanker.

Kanker payudara misalnya. Sesuai dengan namanya, kanker ini berawal di jaringan payudara dan bisa menyebar ke sekitar payudara bahkan ke organ tubuh lainnya. Penyebaran ini disebut juga dengan metastasis. Tidak hanya terjadi pada wanita, kanker payudara juga bisa mengenai pria. Belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan kanker, tapi beberapa faktor bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker, misalnya:


1. Usia. Pada wanita, risiko seseorang terkena kanker payudara meningkat saat usianya mulai empat puluh tahun dan mulai usia enam puluh tahun pada pria.

2. Genetik. Risiko meningkat jika ada kerabat dekat yang pernah mengalami kanker payudara.

3. Pola makan yang tidak sehat dan mengalami obesitas.

4. Merokok dan sering mengonsumsi alkohol.

5. Malas berolahraga.


Berikut ini gejala-gejala yang ditimbulkan oleh kanker payudara:
- adanya benjolan pada atau di sekitar payudara setelah masa menstruasi selesai
- perubahan pada bentuk dan ukuran payudara
- keluarnya cairan bening atau kemerahan dari puting
- kulit payudara menjadi berkerut atau bersisik
- kulit payudara menjadi kemerahan atau meradang dan perubahan pada puting (misalnya mengelupas)

Terutama pada pria, kurangnya kewaspadaan akan bahaya kanker payudara seringkali membuat penyakit baru terdeteksi setelah cukup parah. Untuk mencegah kanker payudara, disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin dengan memeriksa diri sendiri (self-exams). Rabalah payudara untuk mengetahui kemungkinan adanya benjolan, atau lakukan pemeriksaan dengan mammograms ketika Anda memasuki usia empat puluh tahun, apalagi jika keluarga Anda memiliki riwayat kanker payudara. Pemeriksaan dengan 3D Sonomamogram dinilai lebih akurat dan aman karena tidak menggunakan radiasi.

Butuh tips yang lebih sederhana agar kanker tidak ‘mendekat’? Anda harus olahraga dengan rutin, setidaknya selama setengah jam setiap hari. Mengonsumsi makanan sehat juga amat membantu, contoh: buah beri (stroberi dan raspberi) yang kaya akan antioksidan dan sayuran hijau (bayam, brokoli dan kubis). Hindari makanan olahan dan yang penuh lemak.

Hallo Dunia :)

Hallo Dunia ;)

Selamat Datang to me ::)